Mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan adalah momen yang dinantikan oleh banyak calon orang tua. Informasi ini tidak hanya mempersiapkan mereka secara psikologis, tetapi juga membantu dalam mempersiapkan kebutuhan bayi setelah lahir. Namun, kapan sebenarnya jenis kelamin bayi bisa diketahui? Apa yang menyebabkan jenis kelamin bayi belum bisa terdeteksi? Dan apa yang bisa dilakukan oleh ibu hamil agar jenis kelamin bayi lebih mudah diketahui? Mari kita bahas lebih lanjut.
Kapan Jenis Kelamin Bayi Bisa Diketahui?
Jenis kelamin bayi dalam kandungan biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada usia kehamilan sekitar 18 hingga 22 minggu. Pada usia ini, organ genital bayi sudah cukup berkembang sehingga dokter dapat melihat perbedaan antara bayi laki-laki dan perempuan. Namun, pada beberapa kasus, jenis kelamin bisa terlihat lebih awal, yaitu sekitar 14-16 minggu, tergantung pada posisi bayi dan kualitas alat USG yang digunakan.
Penyebab Jenis Kelamin Bayi Belum Bisa Diketahui
Ada beberapa alasan mengapa jenis kelamin bayi dalam kandungan belum bisa diketahui, bahkan setelah usia kehamilan mencapai 18 minggu. Pertama, posisi bayi yang tidak ideal, seperti bayi yang sedang membelakangi perut ibu atau kaki bayi yang menutupi area genital, dapat menyulitkan dokter untuk melihat jenis kelaminnya. Kedua, kualitas alat USG juga memengaruhi. Alat USG dengan resolusi rendah mungkin tidak mampu menangkap gambar yang jelas. Terakhir, kondisi plasenta atau cairan ketuban yang terlalu banyak juga bisa menghalangi pandangan dokter.
Paling Lambat Kapan Jenis Kelamin Bisa Diketahui?
Jika pada usia kehamilan 22 minggu jenis kelamin bayi masih belum bisa diketahui, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan ulang dalam beberapa minggu ke depan. Paling lambat, jenis kelamin bayi biasanya dapat diketahui sebelum usia kehamilan mencapai 28 minggu. Namun, jika hingga usia ini jenis kelamin masih belum terlihat, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan seperti USG 3D atau 4D yang memberikan gambaran lebih detail.
Apa yang Harus Dilakukan Ibu Hamil?
Agar jenis kelamin bayi lebih mudah diketahui, ibu hamil bisa melakukan beberapa hal. Pertama, pastikan untuk melakukan pemeriksaan USG pada waktu yang tepat, yaitu sekitar 18-22 minggu. Kedua, sebelum pemeriksaan, cobalah untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis agar bayi lebih aktif bergerak dan memudahkan dokter untuk melihat posisi bayi. Ketiga, pilihlah rumah sakit atau klinik yang memiliki alat USG dengan kualitas baik untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter
Selain USG biasa, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan lain untuk mengetahui jenis kelamin bayi, seperti USG 3D atau 4D yang memberikan gambaran tiga dimensi. Pemeriksaan ini lebih detail dan bisa membantu jika bayi berada dalam posisi yang sulit. Selain itu, ada juga pemeriksaan non-invasif seperti NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) yang bisa mendeteksi jenis kelamin bayi melalui darah ibu, biasanya dilakukan pada usia kehamilan 10 minggu ke atas.
Apakah Bidan Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi?
Bidan juga bisa membantu menentukan jenis kelamin bayi melalui pemeriksaan USG, namun kemampuan ini tergantung pada pengalaman dan alat yang digunakan. Bidan yang berpengalaman dan memiliki alat USG dengan kualitas baik biasanya bisa memberikan informasi yang cukup akurat. Namun, jika ada keraguan, sebaiknya konsultasikan kembali dengan dokter kandungan untuk memastikan hasilnya.
Mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan adalah momen yang menyenangkan bagi calon orang tua. Meskipun usia ideal untuk mengetahuinya adalah sekitar 18-22 minggu, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi keakuratan hasil. Ibu hamil bisa mempersiapkan diri dengan baik dan memilih pemeriksaan yang tepat agar jenis kelamin bayi bisa diketahui dengan mudah. Jika ada keraguan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan yang berpengalaman.
Jaga Kesehatan Ibu Hamil dengan Makanan Bergizi dari Dapurmedan.com

Menjaga kesehatan tubuh selama masa kehamilan adalah hal penting bagi setiap ibu hamil. Asupan makanan bergizi menjadi kunci utama untuk mendukung tumbuh kembang janin dan menjaga stamina ibu. Makanan yang kaya akan nutrisi seperti protein, vitamin, mineral, dan serat sangat dibutuhkan untuk memastikan kehamilan yang sehat. Namun, seringkali ibu hamil kesulitan menyiapkan menu makanan yang seimbang karena keterbatasan waktu atau pengetahuan.
Dapurmedan.com hadir sebagai solusi praktis dengan menyediakan catering makanan bergizi khusus untuk ibu hamil dan melahirkan. Menu yang ditawarkan dirancang oleh ahli gizi, sehingga memastikan setiap hidangan memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Dengan layanan ini, ibu hamil tidak perlu khawatir lagi tentang asupan gizi, karena semua sudah diatur dengan baik. Dapurmedan.com membantu ibu hamil fokus pada kesehatan diri dan calon bayi tanpa harus repot menyiapkan makanan. Yuk, jaga kesehatan dengan makanan bergizi dari Dapurmedan.com!